Idul Fitri yang berarti kembali fitrah dan kembali kepada kesucian merupakan saat dimana umat menjadi kembali suci dan tidak terbebani dosa, memang dalam kenyataannya perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa baik yang disengaja maupun tidak sengaja. Oleh karena itu, perlu upaya mengembalikan diri pada kondisi sebagaimana asalnya. Hal tersebut merupakan makna Idul Fitri yang berarti saling memaafkan, baik secara individu maupun kelompok.
Budaya saling memaafkan ini lebih populer disebut Halal Bi Halal. Fenomena ini adalah fenomena yang memperat seluruh komponen masyarakat tanpa memandang golongan, suku maupun agama sekalipun. Kegiatan ini adalah refleksi yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang.
Dalam rangka memperingati Idul Fitri 1 Syawal 1435 H, Keluarga Besar Universitas Katolik Parahyangan pada tanggal 7 Agustus 2014 melaksanakan kegiatan Halal Bi Halal yang bertempat di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan. Dalam kegiatan ini Tausiyah disampaikan oleh K.H Wahyu Afif Al-Ghofiqi (Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bandung). Beliau menyampaikan bahwa pentingnya umat untuk selalu berbuat baik, berbagi kasih sayang, memaafkan orang lain dan menjadi panutan bagi umat lainnya.
Biro Pengembangan Modal Insani Universitas Katolik Parahyangan
